Sunday, May 4

Di Pantai



Di pantai, bunga karang tanggal patahan
Serpih cangkang lokan tanpa tuan
Terserak
Terdampar pucat menanti
Waktu untuk benar-benar pergi

Sesekali kesiur angin
Sesekali lengking camar bermain
Berkepak limbung mengecup laut
Sejengkal harap dari maut
Selembar daun
Tertatih melayah di air lelah
Tak berarah
Dan selalu saja ada yang tak terucapkan
Perlahan karam. Mungkin remuk
Berai seiring helainya membusuk

Sedang ombak tak pernah henti
Mengalun hidup
Geraknya debur mendentur
Mengusung sisa-sisa ke tepi
Serupa takdir
Mengarak samar hari-hari
Mengiring gerak ke penghabisan kali



Pasirputih~ Mei 2014

Sunday, April 20

Mimpi



Nyaris rindu renta itu tersampaikan. Dalam lirih bisik dan dekapan
Mungkin juga sebentuk kecupan

Namun pagi tergesa tiba. Mengetuk pintu kamarnya;
Menandai debar yang mesti kembali tanggal di dada


Awal hari, 180414

Sunday, March 30

Fragment #1



Malam. Diam kita sama menapak di aspal mati. Angin tiba. Menyisir
dinding-dinding setepi jalan. Gemetar batang pohon dan daunan.

Inilah kita. Jumpa di tengah kembara; tanpa kompas, tanpa
peta. Tak pasti. Mungkin yang terakhir kali. Sebab nasib berayun di detak
jarum. Sering tak berjarak baris tangis dan ulas senyum.

Jalanan mulai sepi. Bibir pantai tak jauh lagi. Seekor
anjing melintas berburu belulang sisa. Sepasang manusia melintas memburu sisa
cerita.

Di warung tenda, langkah kita terhenti. Menambat lelah di kursi
kayu, lenganmu menyandar di meja beku. Dua pengamen sumbang mengeja lirik lagu.

Memandangmu; memaknai segala yang dipersembahkan waktu. Sedang
remang lampu berkerlip. Berayun pasrah, seperti lelah; berapa kali, sebelum akhirnya
mati?

Kupesan minuman. Sekadar camilan. Kemudian untai kata. Sesekali
gelak tawa. Sesekali larik luka di mata. Ada yang luruh di sini. Mengiring malam
pesat meninggi.



Ujung Hari, 02-0314